Subscribe:

Labels

Senin, 11 Juni 2012

Kerusakan Lingkungan

Kerusakan Lingkungan Kota

Salah satu masalah berat yakni menurunnya sanitasi. Hal ini disebabkan oleh naiknya kepadatan penduduk di kampung. Jumlah rumah menjadi tidak cukup dan orang membangun rumah yang sangat sederhana yang sering tidak bisa disebut dengan rumah. Tidak ada jamban, air bersih dan tempat pembuangan sampah. Penurunan sanitasi dan tidak tersedianya air minum yang bersih, mengakibatkan terjadinya ledakan berbagai macam penyakit seperti kolera, muntaber, demam berdarah dan penyakit menular lainnya.

Masalah lain ialah banjir. Kenaikan jumlah penduduk memerlukan bertambahnya rumah. Kenaikan kebutuhan akan perumahan yang disertai dengan belum diindahkannya peraturan dan masih rendahnya kesadaran lingkungan, mengakibatkan makin berkurangnya luas jalur hijau dan taman. Maka permukaan tanah yang kedap air pun bertambah, sehingga semakin sedikit air hujan yang meresap kedalam tanah. Faktor lain yakni di bangunnya rumah-rumah di sekitar bantaran sungai dan juga banyaknya sampah yang dibuang ke sungai. Sementara di daerah hulu sungai banyak hutan yang mengalami kerusakan.

Selain itu terjadi juga terdapat juga kerusakan sosial budaya yang disebabkan oleh rendahnya pendidikan dan ketrampilan. Banyak penduduk yang menjadi pengangguran dan korban kejahatan, perbudakan dan prostitusi.

 

Kerusakan Lingkungan Desa

Kerusakan lingkungan desa umumnya terjadi karena alih fungsi lahan pertanian yang biasanya dilakukan untuk keperluan lain, misalnya pemukiman, jalan, dan pabrik. Lahan yang dipakai biasanya justru lahan yang subur. Pemukiman itu menjadi pusat pertumbuhan dan perindustrian di kota besar. Ironinya, orang desa pemilik sawah dan para buruh tani yang kehilangan sawahnya dan lapangan pekerjaanya itu, tidak dapat banyak menikmati hasil pembangunan itu, oleh karena pendidikan yang rendah dan tidak adanya ketrampilan.

Selain alih fungsi lahan masalah lain yang dihadapi adalah masalah kerusakan hutan, yang membawa banyak akibat. Dengan hilangnya hutan, fungsi perlindungan hutan terhadap tanah juga hilang, maka terjadilah bencana erosi dan banjir. Selain itu fungsi hutan adalah sebagai penyimpan sumber daya gen. Karena itu efek kerusakan hutan lain yang penting dan perlu diperhatikan ialah erosi sumber daya gen. Artinya jumlah jenis hewan dan tumbuhan berkurang. Banyak orang berpendapat Indonesia kaya raya dalam sumber daya gen dan karena luasnya hutan kita, kerusakan hutan tidak banyak berpengaruh terhadap kekayaan sumber daya gen.

 

Penanggulangan Kerusakan Lingkungan

Sumber masalah kerusakan lingkungan karena ialah dilampauinya daya dukung lingkungan ialah tekanan penduduk terhadap lahan yang berlebih. Kerusakan lingkungan hanyalah akibat atau gejala saja. Karena itu penanggulangan kerusakan lingkungan itu sendiri, hanyalah penanggulangan yang simtomatis. Karena itu sebab kerusakan lingkungan yang berupa tekanan penduduk yang berlebihan harus ditangani. Apabila sebab itu dapat diatasi baik urbanisasi maupun lahan kritis akan dapat teratasi. Sebaliknya, apabila sebab masalah yang berupa tekanan penduduk tidak diatasi, masalah urbanisasi dan lahan kritis tidak dapat terpecahkan.

Tekanan penduduk terhadap lahan dapat dikurangi dengan menaikkan daya dukung lingkungan. Sebaliknya penurunan daya dukung lingkungan akan menaikkan tekanan penduduk. Salah satu usaha menanggulangi lahan kritis adalah dengan reboesasi dan penghijauan. Namun tidak berarti dengan adanya reboisasi dan penghijauan akan mengatasi masalah lahan krits. Oleh karena itu diperlukan usaha alternatif lainnya yang dapat mendukung kegiatan diatas.

Mengingat kesulitan ekologi manusia seperti diuraikan diatas, perlulah dicari perbaikan usaha penanggulangan masalah. Usaha perbaikan dan pencarian alternatif baru haruslah ditujukan pada pemecahan sumber masalah, yaitu sedapat mungkin mengurangi atau bila mungkin mengatasi tekanan penduduk yang melampaui daya dukung lingkungan. Tekanan penduduk dapat dikurangi dengan menaikkan daya dukung lingkungan dan mengurangi jumlah petani. Usaha pengurangan tekanan penduduk merupakan hal yang baik untuk mengatasi masalah lahan kritis maupun urbanisasi. Beberapa jenis sistem penghijauan yang mungkin dapat mengatasi lahan kritis diantaranya ialah sawah, pekarangan, talun – kebun dan perkebunan rakyat serta perikanan dan penciptaan lapangan kerja baru.

 

Penanggulangan Pencemaran dan Penyusutan Sumber Daya

Pencemaran paling utama di Indonesia adalah limbah domestik, sehingga penanggulangannya adalah sebuah prioritas utama. Penanggulangan pencemaran limbah domestik yang utama berasal dari limbah rumah tangga, amatlah pelik. Sebab sumber pencemarannya amat banyak yaitu sekitar 160 juta orang, yang tersebar sampai ke pelosok-pelosok, banyak yang melarat dan tidak terpelajar. Karena kemelaratan kemampuan untuk menanggulangi pencemaran itu sangat terbatas. Misalnya hanya kota-kota besar yang mampu menjernihkan air untuk keperluan rumah tangga. Rendahnya pendidikan menyebabkan banyak orang tidak menyadari adanya pencemaran baik di kota maupun di desa. Orang menjadi terbiasa menggunakan air yang tercemar untuk masak, mandi dan sebagainya.  Pada satu pihak jumlah limbah akan bertambah dengan naiknya jumlah penduduk, pada lain pihak kemampuan untuk menjernihkan air dan pembuangan sampah terbatas.

Beberapa cara ditempuh guna menanggulangi pencemaran yakni dengan cara mendaur ulang limbah. Cara yang paling tradisional adalah dengan menggunakan limbah itu sebagai makan ternak dan ikan. Walaupun daur ulang itu tidak efektif, bahkan tidak higienis sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Yang perlu dibenahi adalah bagaimana mengatasi masalah sistem daur ulang tersebut agar dapat higienis. Dikota daur ulang sampah padat juga terjadi misalnya adalah pemungutan puntung rokok, pengumpulan plastik dan kaleng bekas dan kaleng bekas adalah bentuk daur ulang. Cara daur ulang tersebut juga dianggap tidak efisien dan tidak higienis sehingga perlu membuat sebuah sistem daur ulang yang efisien dan higienis.

 

Penyusutan sumber daya juga bisa dikurangi dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, baik didalam industri maupun dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

 

KESIMPULAN DAN KRITIK

Problema lingkungan merupakan salah satu masalah pokok yang dihadapi oleh manusia seiring perkembangan era global ini. Bukan hanya di Indonesia, namun juga masyarakat dunia yang menghadapi masalah lingkungan hidup. Banjir, kerusakan hutan, alih fungsi lahan, sampah, dsb merupakan masalah lingkungan yang kini sedang kita hadapi. Berbagai penyebab pun muncul ke permukaan seiring upaya - upaya yang dilakukan untuk menanggulanginya.

Faktor manusia lagi lagi menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan. Baik disadari maupun tidak disadari setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan manusia pasti akan berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.

Dari waktu ke waktu manusia mulai sadar akan pentingnya kelestarian alam dan lingkungan bagi kelangsungan hidup mereka. Berbagai upaya relokasi dan perbaikan terhadap kualitas lingkungan hidup mulai dilaksanakan. Namun hal ini tidaklah mudah, membutuhkan banyak waktu, pikiran dan tenaga untuk mencari solusi yang tepat bagi perbaikan lingkungan hidup manusia. Kita ambil contoh misalnya kasus banjir di kota-kota besar di Indonesia. Dari berbagai penelitian diketemukan penyebab - penyebab terjadinya banjir tersebut. Dari faktor manusia sampai dengan faktor eksternal lain diteliti sampai ditemukan sebuah solusi yang tepat untuk mengatasi banjir. Beberapa solusi pun ditemukan diantaranya membuat daerah resapan air dan beberapa kebijakan lain. Namun itu memerlukan waktu. Tidak bisa secara menyeluruh mengatasi problema banjir itu.

Oleh karena itu yang dapat saya sampaikan di sini adalah sekedar mengingatkan akan kesadaran akan pentingnya melestarikan alam dan lingkungan hidup. Kita harus memulai dari level yang paling kecil yakni level individu. Membentuk suatu pribadi yang paham dan peduli terhadap kelangsungan hidup alam dan lingkungan sekitar. Hal ini menurut saya adalah tahap awal untuk menuju sebuah paradigma membangun atau merelokasi lingkungan hidup yang sedang mengalami masalah ini. Diharapkan dengan modal awal ini, di masa mendatang akan membentuk atau menghasilkan generasi baru yang paham dan peduli akan lingkungan dan keselarasan hidup.

Kemudian tahap selanjutnya ialah melakukan tindakan riil penanggulangan masalah – masalah lingkungan hidup. Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak baik pemerintah dan masyarakat agar program – program pelestarian lingkungan seperti yang disebutkan diatas dapat terealisasikan dengan baik. Penanggulangan banjir, masalah sampah, lahan kritis, urbanisasi dsb bukanlah hal mudah untuk diatasi. Program seperti penghijauan hutan dan lahan kritis, kemudian daur ulang sampah – sampah padat dsb memerlukan banyak waktu, tenaga dan pikiran. Selain itu, perlu juga inovasi baru untuk mendukung program – program yang telah ada, sehingga peningkatan kualitas hidup semakin terwujud.

Kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup perlu ditanamkan sejak dini. Peran keluarga dan media pendidikan sangat penting dalam membentuk suatu pola pikir paham dan peduli lingkungan. Di masa yang akan datang diharapkan generasi baru akan mampu menjaga alam dan lingkungan hidup kita agar menjadi lebih baik dan keselarasan antara manusia dan lingkungan alam bisa terjalin.

 

 

 

0 komentar:

Poskan Komentar