Subscribe:

Labels

Minggu, 25 Desember 2011

Cyber Sex

Internet di era sekarang ini telah menjadi akses pornografi yang digandrungi, bahkan paling dahsyat dan menjadi primadona. Lewat internet seseorang bisa surfing tiap situs porno yang dikunjungi. Sehingga cybersex merupakan fenomena akses dunia pornografi alternative selain lewat VCD maupun media cetak.
Umur internet memang tergolong muda. Namun gejala positif dan negatif sudah terasa. Bagi yang memanfaatkan mencari informasi, internet merupakan sarana yang murah, cepat dan lengkap. Mau mencari data apa saja mudah ditemukan. Mulai sejarah, keagamaan, artikel ilmiah, bahkan gambar atau video esek-esek pun dapat dicari. Misalnya ketika heboh foto syur penyanyi fenomenal Syahrini, maka foto-foto itu bisa diakses dengan mudah lewat internet. Begitu juga ketika heboh rekaman video vokalis group band Ariel Peterpan bersama pacarnya Luna Maya, kala itu rekamannya bisa di download dari internet. 
Menurut penelitian dari sekitar 1,8 juta warga Indonesia, 50% di antaranya tidak mampu menahan diri untuk membuka situs porno. Penelitian ini diungkapkan Richard Kartawaijaya, wakil presiden Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Indonesia. Tidak aneh karena situs-situs porno di internet sangatlah banyak sehingga dapat membuat betah para netter (pengguna internet) yang sudah kecanduan pornografi. Apalagi saat ini, di mana saja dan kapan saja, semua orang dapat mengakses internet. Bahkan dari dalam kamar sendiri pun.
Dari data TopRevies.com menyebutkan, 75 juta pengguna internet mengakses situs porno setiap bulan secara teratur pada tahun 2005. Data tersebut semakin bertambah setiap 6 bulan. Situs-situs porno tersebut terhubung dengan mesin-mesin pencari (search engines) terkenal, seperti Google dan Yahoo. Para pengakses biasanya mencari situs-situs porno terbaru yang menampilkan materi pornografi terkini dan belum pernah didapatkan sebelumnya. Menurut TopReviews.com, Indonesia masuk dalam 10 besar peringkat negara dan jumlah pengunjung situs porno di internet, tepatnya di peringkat ke-7. Data ini menunjukkan, bahwa semakin banyak orang di Indonesia yang kecanduan materi pornogafi lewat internet.
Semakin banyak kolektor materi film, foto, dan segala hal yang berbau pornografi di sekeliling kita. Semuanya tersimpan dalam jumlah ratusan giga tersebar dimana-mana dari warung internet, sampai ke ruang wakil rakyat, dari dalam rumah sampai ke sekolah-sekolah, dan semakin menyebar lewat perantara belasan juta handphone multimedia.

0 komentar:

Posting Komentar